Oleh: David Ardhian | Desember 29, 2010

Pasar Produk Hijau

Pasar sustainable product atau produk hijau meningkat signifikan dalam 5 tahun terakhir. Pertumbuhan lebih cepat dari pada pasar produk konvensional. Sebuah konsorsium riset global melaporkan dalam State of Sustainability Review 2010.

Konsorsium riset yang menaruh perhatian pada perkembangan produk hijau tersebut berisi organisasi terkemuka seperti International Institute for Sustainable Development (IISD), International Institute for Environment and Development (IIED), Aidenvironment, the United Nations Conference on Trade and Development, and ENTWINED—Environment and Trade in a World of Interdependence.

Laporan yang diterbitkan bulan November 2010 tersebut, berisi perkembangan terkini dari produk hijau mencakup pemenuhan atas standar produksi sukarela (voluntary sustainability standards) untuk kehutanan, kopi, teh, kakao dan pisang. Hal yang diukur dalam riset adalah bagaimana performa pasar, tata kelola produksi dan pemasaran, kriteria hijau yang bisa dipenuhi dan praktek implementasinya.

Temuan dari SSI Review 2010 sebagai berikut :

Kehutanan : terjadi peningkatan luas areal hutan yang masuk dalam skema sertifikasi hutan lestari. Tahun 2004, luasan hutan yang masuk dalam kategori hutan lestari seluas 122 juta hektar dan meningkat 181 persen pada tahun 2009 menjadi 345 juta hektar.
Kopi : penjualan kopi dengan sertifikat hijau mencapai 392 ribu ton pada tahun 2009, meningkat 73 ribu ton dari tahun 2004. Produksi kopi yang ramah lingkungan mencapai 8 persen dari ekspor kopi global dan 17 persen dari total produksi kopi dunia pada tahun 2009.
Teh : Produksi teh ramah lingkungan berlipat lima kali dari lima tahun yang lalu, mencapai 281 ribu ton tahun 2009. Jumlah tersebut hampir mencapai 8 persen dari total ekspor kopi dunia pada tahun 2009.
Pisang : Pisang organik meningkat 63 persen dalam dua tahun. Tahun 2009 produksi mencapai 3,5 juta ton tahun, meningkat dari tahun 2004 yang produksinya 2 juta ton. Pisang yang lebih ramah lingkungan mencapai 20 persen dari total ekspor pisang di dunia pada tahun 2009.
Kakao : Pada tahun 2008 produksi kakao ramah lingkungan meningkat 248 persen, mencapai 47 ribu ton atau lebih tinggi 13 ribu ton dari tahun 2003. Kakao tersertifikasi organik mencakup 1,2 persen dari total pasokan kakao global pada tahun 2008.

Kecenderungan peningkatan produksi hijau di sektor pertanian dan kehutanan ini patut dicermati. Ada trend positif untuk ekspor produk pertanian globa, dimana pasar menjadi semakin hijau. Peluang bagi negara berkembang yang kaya akan sumber produksi pertanian untuk mengisi pasar produk hijau global.

Berbagai sertifikasi sukarela telah berkembang pesat untuk mengisi kebutuhan untuk label produk pertanian ramah lingkungan dalam pasar global. Pasar produk hijau banyak didorong oleh peran masyarakat sipil, pengusaha dan pemerintah negara berkembang yang semakin aktif mempromosikan prinsip perdagangan yang adil dan produk ramah lingkungan.

Beberapa hal yang bisa dipetik pelajaran dari fenomena ini adalah bahwa aspek lingkungan dalam kriteria dari berbagai bentuk sertifikasi sukarela mampu membangkitkan peningkatan produksi dan pemasaran. Pedoman kriteria hijau mengkaitkan produksi pertanian dengan berbagai tantangan ekologis seperti konservasi energi, pembatasan produk transegenik maupun tantangan pengurangan emisi global.

Dalam aspek sosial, berbagai bentuk sertifikasi sukarela mengakomodasi standar perburuhan seperti diatur dalam oleh ILO (International Labour Organization), serta berbagai prinsip sosial seperti kesehatan dan keselamatan kerja dari cemaran pestisida, mengkamodasi isu gender dan pelibatan masyarakat dalam produksi.

Perdagangan produk hijau sebagai alternatif dari pasar bebas, mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasokan produk. Dalam sudut pandang ekonomi, hal ini lebih menggerakan efisiensi dan pemerataan bagi seluruh pelaku yang terlibat dalam rantai pasar.

Dalam era perdagangan global saat ini, isu perubahan iklim memberikan kondisi pemungkin bagi kesadaran akan pentingnya produk pertanian ramah lingkungan. Kesadaran konsumen akan kesehatan dan lingkungan hidup mendorong peningkatan permintaan produk hijau. Walaupun ekonomi dunia mengalam penurunan, namun terjadi kejutan dimana pasar produk hijau justru meningkat pesat.

Keberadaan berbagai standar sukarela dalam penentuan kriteria produk hijau tak melulu berhenti untuk memberikan kepercayaan bagi konsumen. Sistem ini juga berkontribusi pada peningkatan transparansi dan penguatan kredibilitas sistem dalam monitoring dan pelaporan, serta pengembangan cara terbaik dalam produksi (good practices). Hanya saja standar sukarela semacam ini sangat bergantung pada kredibilitas dan konsistensi dari pelaku standarisasi dalam jangka panjang. Diperlukan upaya penguatan terutama dalam pelibatan produsen skala kecil sebagai bagian dari peningkatan taraf hidup dan pengentasan kemiskinan.

Bagaimana dengan Indonesia? 🙂


Responses

  1. terima kasih ya buat info menariknya,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: