Oleh: David Ardhian | Desember 26, 2010

Tentang Karbon, Hutan dan Masyarakat

Perubahan Iklim membawa dimensi baru dalam dunia kehutanan. Arti penting hutan berkembang dari fungsi klasiknya. Hutan tidak lagi sekedar dilihat dari fungsinya sebagai penyimpan air. Tidak hanya dinilai dari keanekaragaman hayati. Kini, hutan juga dihitung atas kemampuannya menyerap karbon.

Kemampuan menyerap karbon, menjadi titik masuk dalam sebuah skema besar. Skema mitigasi dampak perubahan iklim. Hilangnya hutan ditengarai sebagai salah satu penyumbang emisi karbon global, 18 persen dari total emisi. Upaya mitigasi skala global mengerucut pada pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan di negara berkembang, dikenal dengan Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD).

REDD membawa ukuran baru dalam dunia kehutanan, menjanjikan potensi aliran dana global ke negara berkembang sekaligus menegaskan narasi baru dalam kebijakan dan tata kelola hutan. Berbagai proyek karbon hutan telah diluncurkan dalam berbagai skala dan model. Pendekatan konservasi memasukkan karbon sebagai matra baru. Pro dan kontra pun terjadi. Sumbu perdebatan adalah pada manfaatnya bagi masyarakat miskin negara berkembang.

Dunia konservasi hutan tergerak untuk menetapkan karbon sebagai matra baru. Berbagai inisiatif konservasi berlomba mengejar pendanaan dengan syarat memasukkan karbon sebagai salah satu ukuran. Konservasi klasik dianggap kuno jika tidak mengakomodasi konservasi karbon hutan. Namun hal ini membuat pendekatan konservasi semakin tidak fokus pada isu keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis hutan. Apalagi ketika disibukkan urusan mekanisme finansial.

Masyarakat berada dalam ketidakpastian. Karbon hutan menawar peluang mendapatkan pendanaan. Namun belum jelas bagaimana pola dan bentuk kelembagaan masyarakat dalam proyek karbon hutan. Pola pendekatan proyek karbon hutan yang membatasi akses masyarakat akan mengulang trauma lama dari pendekatan klasik konservasi. Masyarakat dikeluarkan dari kawasan. Janji telah bertebaran, masyarakat harus kritis dan menentukan bagaimana hak dan akses terhadap proyek karbon hutan.


Responses

  1. terima kasih atas informasi yang sudah diberikan

    • terimakasih juga sudah membaca, senang bisa berguna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: