Oleh: David Ardhian | September 24, 2009

Politisasi Birokrasi Pertanian

pnsSuatu sore, seorang aparatur departemen pertanian mengeluhkan situasi internal departemen. Perpindahan jabatan tidak lagi didasarkan pada profesionalisme dan kompetensi. Seenaknya saja menaruh orang di satu posisi tanpa memperhitungkan kemampuan. Lebih parah, perpindahan jabatan terkait dengan kedekatan seseorang dengan “aliran” kelompok elit tertentu. Hal ini membuat banyak staf departemen merasa frustasi. Telah terjadi demoralisasi di Deptan.

Sinyalemen semacam ini bukan barang baru. Sering terdengar dalam sepanjang lima tahun masa pemerintahan kabinet yang segera berakhir oktober tahun ini. Politisasi sangat kental dalam pengelolaan birokrasi departemen. Banyak yang menggerutu dengan situasi ini. Beberapa orang yang menentang telah tertendang, terbuang jauh di posisi yang tidak sesuai dengan kompetensi. Namun kedekatan tertentu dengan elit departemen, bisa membuat seorang melenggang menduduki posisi tinggi.

Seorang atase pertanian di negara tertentu adalah berasal dari peneliti bidang sangat teknis. Padahal fungsi atase adalah kemampuan diplomasi dan pengenalan akan perdagangan pertanian global. Seorang aparatur perkarantinaan di daerah bisa dipindahkan dua kali antar pulau dalam kurun waktu lima bulan. Bagaimana dengan nasib keluarganya, dengan kepindahan tersebut ? Salah seorang dengan pemikiran kritis bisa tertendang karena berbeda pendapat dengan elit departemen. Seorang yang berdedikasi tinggi dalam masalah ketahanan pangan tersebut kini mengurus perpustakaan departemen. Seorang berbakat dalam bidang agri-trade memilih pindah departemen karena tidak nyaman dengan situasi internal yang makin jauh dari profesionalisme.

Ada apa dengan Deptan ? Bukankah terlihat sukses dengan pencapaian label swasembada beras, penggelontoran dana untuk subsidi benih, membantu petani di sana sini seperti terdengung dalam bagai jargon kesuksesan dalam iklan dan kampanye politik.

Akar masalah adalah pada politisasi birokrasi departemen yang konon mengurusi petani tersebut. Pergerakan layanan pertanian untuk petani sangat ditentukan bagaimana kinerja birokrasi sesuai tugas pokok dan fungsinya, tanpa embel embel kepetingan lain dibaliknya. Jaminan akan hal ini mutlak, sehingga program pembangunan pertanian tidak ditumpangi kepentingan sempit dari sekelompok penunggang gelap kebijakan.

Kerusakan akan terjadi ketika elit pertanian tidak sensitif dengan reformasi birokrasi yang menuntut profesionalitas dari aparaturnya. Apalagi ketika unsur like and dislike, serta kelompok kepentingan tertentu memimpin birokrasi dan menendang personel potensial hanya karena perbedaan pendapat atau kepentingan diluar kepentingan pertanian. Sangat disayangkan.

Kabinet baru akan segera terbentuk, reformasi birokrasi selalu menjadi agenda utama. Namun akan kita lihat apakah departemen yang mengurus pertanian ini bisa berubah. Nampaknya departemen ini masih menjadi departemen pinggiran yang menjadi jatah parpol pendukung pemenangan sang presiden terpilih. Jika demikian maka para aparatur departemen masih harus bersabar menghadapi situasi yang sama sepanjang lima tahun mendatang.

Masyarakat pertanian dan birokrasi pertanian memiliki kehendak yang sama untuk memajukan pertanian di negeri ini. Pertanian adalah hidup matinya bangsa, dan selalu menjadi tumpuan pertumbuhan terutama di masa krisis. Pertanian dan nasib petani selalu menjadi isu utama dalam agenda pembangunan. Namun ketika pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan birokrasi ternyata jauh panggang dari api. Selalu begitu dan berkali kali. Kabinet baru segera terbentuk, dan kita semua akan tahu apa yang akan terjadi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: