Oleh: David Ardhian | Februari 19, 2009

Isu Pertanian dalam Kampanye Parpol

dscn4639Menjelang Pemilu 2009, partai politik mulai menebarkan janji politik untuk meraih dukungan. Petani merupakan massa besar yang potensial untuk dibidik dalam meraih dukungan suara. Tak heran, jika pertanian menjadi isu favorit yang digarap dalam materi kampanye partai politik. Apalagi kehidupan petani yang masih dalam belenggu kemiskinan, sehingga parpol seakan nampak tidak ”populis” jika tidak menyentuh isu pertanian dalam kampanye.

Partai Gerindra memulai dengan gencar untuk mencitrakan diri sebagai partai pembela kepentingan petani, melalui iklan di media televisi. Partai Golkar sebagai salah satu partai pendukung pemerintah mengklaim keberhasilan swasembada beras dan langkah ekspor beras sebagai indikasi kesuksesan pembangunan pertanian. Partai oposisi PDIP tidak mau kalah dengan menunjukkan fakta kemelaratan petani sebagai alat serang pemerintah berkuasa. Partai Demokrat, partainya presiden walaupun tidak secara spesifik mengangkat isu pertanian namun menggambarkan ucapan terima kasih ibu petani atas turunnya harga BBM.

Gencarnya parpol dalam mengangkat isu pertanian dalam materi kampanye adalah sebuah langkah wajar dan masuk akal dalam perspektif kepentingan parpol. Namun dalam perspektif kepentingan petani, hal tersebut patut dicermati lebih lanjut. Apa yang disampaikan parpol dalam materi kampanye masih lebih pada komitmen dibanding instrumen. Materi kampanye masih berisi klaim klaim keberhasilan atau sebaliknya fakta fakta kegagalan dalam kepentingan saling serang antar partai pendukung dan oposisi pemerintah, namun miskin tawaran kongkret akan tawaran tawaran kebijakan dan program yang akan dilakukan pada lima tahun mendatang jika menang dalam pemilu.

Salah satu isu fundamental misalnya adalah reforma agraria. Belum ada partai yang menyatakan bahwa jika memenangkan pemilu akan menerapkan reforma agraria untuk mengatasi masalah mendasar dalam pertanian Indonesia. Dengan rata rata kepemilikan lahan 0,25 hektar, sangat sulit bagi petani Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan.

Parpol seharusnya menjelaskan program program dasar apa yang akan dilakukan sebagai bentuk tawaran kepada petani. Misalnya apa bentuk subsidi yang akan diberikan, model kredit pertanian yang ditawarkan, bagaimana bentuk perlindungan dalam mengatasi masalah membanjirnya produk pertanian impor di pasar domestik, serta strategi dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan perubahan iklim ke depan. Hal ini penting agar media kampanye menjadi ajang untuk mengenal lebih jauh terhadap platform kebijakan parpol jika menang pemilu.

Sebagai pilar penting dalam demokrasi seharusnya parpol mulai berani untuk ledih detail dalam menjelaskan program yang ditawarkan kepada publik. Hal ini akan membantu pemilih untuk memutuskan partai mana yang akan didukung, sekaligus bentuk akuntabilitas parpol sebagai representasi kepentingan politik pemilihnya. Parpol tidak bisa lagi menghindar hal tersebut, apalagi petani telah lama mengalami masa pahit dengan janji janji perubahan yang tidak pernah ditepati.

Jika menganggap parpol masih menganggap petani adalah makhluk yang bodoh dan bisa ditipu dengan komitmen semu dalam bentuk kampanye yang seperti saat ini maka hal tersebut adalah kekeliruan besar. Perkembangan keterbukaan dan penetrasi media informasi sampai ke pedesaan, telah membuat petani semakin kritis dan cerdas dalam menyikapi perkembangan kebijakan.

Petani membutuhkan kejelasan akan program dasar yang akan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Petani tidak lagi butuh dengan komitmen karena sebagian besar parpol memiliki komitmen yang hampir serupa. Bagi parpol yang menginginkan dukungan suara petani, seharusnya sudah mulai berani menawarkan program program nyata di sektor pertanian.

David Ardhian
Bogor, 19 Pebruari 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: