Oleh: David Ardhian | Februari 14, 2009

Pertanian Ekologis

oke

Pertanian ekologis adalah model pengelolaan ekosistem pertanian dimana konservasi keanekagaman hayati dan layanan ekosistem (ecosystem services) mampu berjalan seiring dengan produksi pangan dan keberlanjutan penghidupan (sustainable livelihood). Konsep pertanian ekologis adalah visi untuk pengelolaan lahan dan sumberdaya alam untuk mencapai tiga tujuan utama yang terkait satu sama lain : (i) menghasilkan produksi pertanian secara berkelanjutan (ii) memperkuat penghidupan masyarakat lokal dalam hal ini petani (iii) konservasi keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem.

Hal ini semakin relevan ketika dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan besar : (i) pemenuhan kebutuhan pangan bagi pertambahan jumlah penduduk dunia yang semakin besar (ii) kemiskinan dan kesenjangan ekonomi yang semakin besar (ii) penurunan daya dukung ekologis akibat kerusakan lingkungan dan sumberdaya alam termasuk kerusakan keanekaragaman hayati (iii) perubahan iklim yang menuntut kebutuhan untuk mitigasi dan adaptasi dalam situasi iklim yang penuh ketidakpastian.

Untuk itu secara konseptual, pertanian ekologis merupakan alternatif jalan bagi upaya untuk menghadapi tantangan tersebut. Pertanian ekologis merupakan pendekatan untuk produksi pangan secara berkelanjutan, dengan praktek pertanian yang selaras kelestarian ekosistem pertanian. Pertanian ekologis juga merupakan jalan bagi upaya untuk memperkuat penghidupan masyarakat lokal dengan mengurangi ketergantungan dari input luar, tingginya biaya produksi, peningkatan nilai tambah produk dan peningkatan pendapatan. Pertanian ekologis merupakan pendekatan pertanian untuk mengurangi kerusakan lingkungan hidup, dengan pemanfaatan keanekaragaman tanaman, serangga dan mikroba dalam praktek serta memperbaiki sumberdaya ekologis pertanian yang rusak akibat praktek pertanian intensif yang kaya akan input kimia (pestisida dan pupuk kimia). Dalam konteks perubahan iklim, pertanian ekologis merupakan jalan untuk mitigasi dan adaptasi petani terutama untuk efisiensi penggunaan energi dan pemanfaatan sumberdaya lokal, serta menghasilkan resiliensi ekosistem terhadap dinamika perubahan ekologis akibat perubahan iklim global.

Saat ini dunia sedang menuju trend perubahan preferensi konsumen akan produk organik sejalan dengan peningkatan kesadaran konsumen akan kesehatan. Pertanian ekologis akan mampu mengisi peluang ini dengan menghasilkan produk organik yang diproses melalui sistem budidaya yang ekologis. Peluang pasar untuk produk organik akan terbuka lebar, sehingga menjadi sarana untuk meningkatkan nilai tambah dari produk petani yang menerapkan prinsip pertanian ekologis.

Isu pertanian ekologis juga sejalan dengan upaya untuk pelestarian alam dan konservasi keanekaragaman hayati. Pertanian ekologis akan menjadi wilayah untuk konservasi keanekaragaman hayati dan perbaikan kualitas lingkungan hidup terutama dalam agro-ekosistem.

Pertanian ekologis juga menjawab tantangan untuk perubahan iklim, karena praktek pertanian ekologis akan merupakan jawaban untuk adaptasi petani terhadap perubahan iklim. Petani akan mampu memilih benih yang sesuai, mengurangi pupuk dan pestisida yang diproduksi oleh pabrik yang boros emisi karbon, serta menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

Dengan kenyataan tersebut sangat tidak tepat jika pertanian ekologis dikatakan sebagai pertanian masa lalu, namun sebaliknya justru merupakan jawaban akan masa depan. Pertanian ekologis merupakan sebuah terobosan untuk mengatasi masalah pertanian pada saat ini, dan sarana untuk menghadapi tantangan masa depan seperti adaptasi terhadap perubahan iklim.

David Ardhian

Bogor,14  Peb 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: