Oleh: David Ardhian | Februari 14, 2009

Kedaulatan Pangan dan Tantangan Kerusakan Lingkungan

longsoran

Ditengah kerusakan lingkungan hidup yang semakin parah, ada baiknya kita menengok peranan petani. Petani adalah warga masyarakat yang merupakan aktor utama dalam kegiatan budidaya pertanian, sebuah ranah kehidupan yang terkait langsung dengan pengelolaan sumberdaya alam. Petani terutama di negara berkembang merupakan warga masyarakat yang masih terbelenggu dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Kemiskinan petani adalah kemiskinan struktural, kemiskinan yang terkait dengan terbatasnya akses dan kontrol terhadap sumberdaya untuk penghidupan mereka. Mengapa kedaulatan pangan menjadi kunci perubahan untuk kehidupan petani dan perbaikan kualitas lingkingan ?

Kedaulatan pangan adalah mengenai bagaimana memastikan kekuatan petani dan bukan perusahaan transnasional, untuk mengontrol apa dan bagimana cara petani menanam, serta memastikan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menentukan sistem pertanian mereka sesuai dengan karakter ekologi, sosial, ekonomi dan budaya yang mereka miliki sendiri. Dalam perspektif sosial ekonomi, kedaulatan pangan menjadi penting karena ada sesuatu yang salah dalam sistem pangan yang berlaku saat ini. Adalah sesuatu yang tidak bisa diterima jika 850 juta penduduk di negara berkembang harus hidup dalam kemiskinan dan kelaparan di belahan dunia dimana produksi pangan bisa dihasilkan secara melimpah.

Dalam perspektif lingkungan, pertanian industri ala negara maju telah terbukti merusak sistem penyangga kehidupan dalam beberapa segi : (i) pertanian industri merupakan kontributor utama pemanasan global, karena penggunaan secara intensif bahan bakar fosil untuk produksi pupuk kimia, pestisida, sistem penyimpangan dingin, transportasi yang panjang dan pengolahan pangan pabrikan. (ii) cemaran agrokimia telah merusak agroekosistem pertanian dari hulu sampai hilir, (iii) keragaman plasma nutfah tumbuhan dan hewan telah terdegradasi oleh sistem pertanian industri yang memperluas sistem monokultur dan mengurangi resiliensi dalam menghadapi tantangan iklim dan tekanan perubahan.

Oleh karena itu maka perkembangan gerakan kedaulatan pangan harus menjadi sinyal bagi agenda penelitian ilmiah, politik dan perdagangan serta menjadi solusi double track untuk pengentasan kemiskinan dan perbaikan kualitas lingkungan hidup.

Dalam kerangka pendekatan kedaulatan pangan, kerusakan lingkungan bisa diatasi dengan pengembangan sistem produksi yang mengutamakan keanekaragaman hayati pertanian dan meniru proses alamiah dalam ekosistem alam. Sistem ini memandang perlunya mengkombinasikan antara science modern dengan pengetahuan dan kearifan lokal. Kombinasi pengetahuan lokal dan modern akan mampu menghasilkan cara cara yang ramah lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

Pertanian berkelanjutan akan mengurangi ketergantungan pertanian dari input luar, mengurangi biaya usaha tani dan memperkuat kontrol petani atas pengetahuan bertani yang mereka miliki. Pertanian berkelanjutan akan memperkuat fungsi fungsi ekologis dari sistem pertanian dan dalam beberapa kasus telah terbukti mampu produktif, memberikan keuntungan lebih banyak bagi petani serta mampu meningkatkan kemampuan adaptasi pertanian terhadap tantangan perubahan. Beberapa laporan ilmiah bahkan telah menjelaskan bahwa proyek sistem pertanian ekologis dalam skala kawasan yang luas menggunakan prinsip dan pendekatan agro ekologi seperti rotasi tanaman, diversifikasi tanaman, penggunaan pupuk organik, pengendalian hama secara alami, penggunaan teras iring, pengelolan nutrien, sistem pengairan alami dan manajemen lingkungan mikro mampu menghasilkan peningkatan produksi yang spektakuler.

Di Brazil, penggunaan tanaman pelindung untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pengikat kandungan air dalam tanah mampu membantu 400.000 petani untuk meningkatkan produksi jagung dan kedelai sampai lebih dari 60 persen. Di Indonesia, petani di Garut, Jawa barat mampu meningkatkan produksi padi sampai 11 ton perhektar dengan menggunakan sistem pertanian ekologis melalui metode System Rice Intensification (SRI).

Kedaulatan Pangan tidak berarti anti pendekatan ilmiah dan perdagangan, namun menekankan pentingnya perubahan paradigma mainstream seperti pertanian industri dan liberalisan perdagangan untuk menuju pada penekanan pada dukungan pada pasar domestik dan pertanian skala kecil dalam sistem pertanian ekologis yang mengakomodsi kekayaan keragaman ekologi dan budaya tani.

Jejaring antara simpul sistem pangan lokal adalah penting karena akan mampu mengurangi jarak antara produsen dan konsumen, membatasi transportasi pangan yang terlalu jauh, dan yang lebih penting mendorong masyarakat untuk mengontrol sistem pangan dan demokratisasi dalam pengambilan keputusan.

Akses terhadap lahan dan sumberdaya lain untuk pertanian adalah sangat vital karena berbagai kasus kekurangan pangan dan kerusakan lingkungan justru terjadi karena rakyat kehilangan akses dan kontrol terhadap sumberdaya alam seperti tanah, air, benih dan tanaman. Kehilangan kontrol atas sumberdaya alam mengakibatkan perubahan lanskap sumberdaya atas nama pembangunan justru memarginalkan petani, mengusir petani dari lahan lahan subur serta merusak lingkungan hidup yang pentin bagi kehidupan petani.

Perdagangan dan pasar harus bekerja untuk kehidupan rakyat dan lingkungan, bukan dalam kontrol perusahaan raksasa internasional. Kebijakan perdagangan pertanian saat ini gagal untuk mengakomodasi kepentingan petani bahkan telah memarginalkan petani dan merusak lingkungan hidup. Kebijakan negara harus memastikan hilangnya dampak negatif dari perdagangan internasional seperti penghentian dumping produk, mengutamakan perlindungan terhadap pasar lokal, menggaransi keuntungan layak bagi petani skala kecil yang mampu berproduksi secara ramah lingkungan.

Secara prinsip harus ada perubahan radikal dari sistem penelitian top-down dan corporate-controlled . Proses harus menekankan pada demokratisasi dari sistem penelitian dan memberikan keragaman pilihan dalam sistem penelitan baik yang berbasis pada pengetahuan modern maupun pengetahuan lokal.

Jika ditelaah lebih dalam kebijakan pertanian neo-liberal telah mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti yang dilaporkan oleh Millennium Ecosystem Assessment. Secara umum perdagangan yang tidak adil telah mengakibatkan petani kecil menuju marginalisasi dan kebangkrutan. Sistem ini telah gagal menjawab tantangan pangan dan lingkungan hidup.

Kabar baiknya adalah berbagai gerakan kedaulatan pangan telah tumbuh diberbagai negara. Berbagai gerakan petani telah mulai menyuarakan pentingnya kedaulatan pangan sebagai pilar kebijakan negara. Saat ini ada dua negara yang menggunakan kedaulatan pangan sebagai kerangka sistem kebijakan pangan dan pertanian, yaitu Mali dan Bolivia. Di beberapa negara kebijakan pertanian neoliberal dari pemerintah yang disokong oleh lobby perusahaan transnasional mendapatkan tentangan dari gerakan petani. Ada harapan untuk tumbuh ditengah sistem pangan global yang mengalami krisis seperti saat ini.

David Ardhian

14 Pebruari 2009


Responses

  1. ya betul…………betul…………………betul………………………

  2. WAW
    Tulisan Anda bagus sekali…

  3. Tulisan Anda sangat bagus dan informatif
    Saya sangat antusias membacanya.
    Nanti Saya juga ingin menulis tulisan yang bagus seperti ini di blog saya.
    Terima kasih atas referensinya.

    http://ayuc09.student.ipb.ac.id/

  4. Thanks Ayu, senang bisa memberi referensi. Salam.

  5. Mas David, entry dan pengembangan narasinya agak melenceng dari pengertian kedaulatan pangan. Saya pikir kalau melihat di web Serikat Petani Indonesia, sudah pas definisi kedaulatan pangan tersebut, meskipun masih agak rancu antara kedaulatan pangan dan kedaulatan petani..
    Sedikit kritisi mengenai penggunaan agrokimia.. ini merupakan pilihan sebetulnya.. dan perdefinisi kedaulatan petani termasuk juga kadaulatan mereka untuk memakai atau tidak memakai agrokimia.. nah yang perlu sebetulnya adalah peranan siapa yang harus menjamin baha setiap pilihan petani merupakan informed-decision.. dan bagaimana intervensi dibuat di tingkat kebijakan hingga operasional untuk memastikan informed-decision tersebut.. ini yang disebut kedaulatan yang madani.. bukan begitu?
    hehehe..

    • Halo Mas Budi, wah seneng saya blog bisa dibaca padahal sudah lama gak update hehe. ya, kedaulatan pangan memang banyak versi dan yg sering jadi acuan adalah dari via campesina. Tapi sejauh saya pelajari, semua masih pada tataran normatif. Pada skala nasional, kabupaten atau unit sosial apa? Apa komponen dan kisi kisinya? Apakah sama kedaulatan dengan kebebasan? masih panjang untuk didiskusikan, namun tantangan tidak menunggu selesai diskusi. kapan bisa ngobrol aja langsung biar lebih uenak gitu hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: