Oleh: David Ardhian | Februari 13, 2009

Memulai Blog Ini

Blog ini dibuat dengan susah payah, terutama hal teknis desain tampilan yang sejujurnya saya merasa tidak berbakat. Jadi kalau ada banyak kekurangan mohon dimaklumi, karena demikianlah adanya. Namun sesungguhnya kesulitan terbesar saya adalah meyakinkan pada diri saya sendiri bahwa nge-blog (baca : menulis) adalah hal yang menyenangkan dan bermanfaat.

Kemudian saya teringat pada satu tulisan di papan tulis yang ada pada satu kantor kawan saya yang berbunyi : “menulis adalah berkelahi, siapa yang tidak mau menulis = pengecut dan tidak berani berkelahi”.  Naluri laki laki saya sontak menjadi “panas”, karena membaca tulisan tersebut. Sedikit tersinggung bercampur dengan malu karena saya sangat sedikit sekali menulis dibanding berbicara dan bertindak.

Mungkin karena saya dididik sebagai fasilitator lapangan sehingga saya tidak terbiasakan dengan budaya menulis. Kemampuan bertutur dan bertindak saya lebih berkembang dibanding kemampuan menulis saya. Harapannya blog ini sebenarnya sebuah proses belajar bagi saya untuk menuangkan pemikiran dan pengalaman dalam bentuk tulisan.

Dorongan kuat untuk membuat blog ini juga berasal dari keprihatinan mendalam yang semakin lama semakin kuat. Pertanian dan Pangan, tema yang saya usung adalah relung yang telah mendidik dan membesarkan saya sampai saat ini, dan telah mengambil sebagian besar perhatian dalam gerak kehidupan saya. Namun selalu saja keresahan demi keresahan tumbuh karena melihat tidak ada perubahan fundamental dalam pertanian dan pangan bangsa ini.

intip

Pembangunan pertanian dan pangan bangsa ini seperti siklus yang terbelenggu dalam cengkeraman pemikiran mainstream yang itu itu saja. Setiap tahun dikabarkan bahwa produksi pangan terus bertambah, ekspor pertanian tumbuh serta angka angka indikasi lain berkembang namun kehidupan petani yang terlampau sering saya temui tidak beranjak dari keterbelakangan dan kemiskinan.

Ketika dikabarkan ketahanan pangan membaik, justru ada warga bangsa yang mati kelaparan karena tidak bisa makan. Saat dikabarkan swasembada beras, malah petani dalam tingkat kesulitan hidup yang tinggi karena biaya produksi mencekik pendapatan.  Ironi demi ironi, membuat saya semakin yakin akan perlunya peta jalan baru dalam membangun pertanian dan pangan bangsa ini.

Saat ini dunia dalam situasi tantangan berat, krisis demi krisis terus berlanjut. Tahun 2008, krisis energi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak dilanjut dengan krisis pangan, semakin lengkap dengan kejatuhan sistem finansial global yang berdampak pada resesi ekonomi di hampir semua negara. Tekanan perubahan ekologi dalam bentuk kerusakan lingkungan dan perubahan iklim memperberat situasi krisis menjadi semakin parah.

Bangsa bangsa lain mulai bergerak, membaca peta dan kecenderungan krisis global ini untuk menyelamatkan diri keluar dari krisis. Pergerakan ini akan membuat konstalasi sistem pangan global menjadi berubah, dan memerlukan cara pandang dan penyikapan yang berbeda dari masa masa sebelumnya. Hal ini semakin kuat mendorong saya untuk berbagi pemikiran dan mengundang terjadinya dialog dan perdebatan untuk menemukan bagaimana peta jalan untuk masa depan pertanian dan pangan bangsa ini.

Keterjebakan dalam kepentingan jangka pendek, dan kebanggaan menjadi republik penyedia bahan mentah seakan menjadi penyakit akut pada bangsa ini yang sesungguhnya punya potensi luar biasa besar untuk menjadi bangsa sejahtera. Bangsa ini ditopang oleh petani petani yang gigih dan pantang menyerah dalam bekerja dan terus sabar menunggu janji janji perubahan yang tak kunjung tiba. Krisis pangan global semoga menjadi momentum yang baik untuk menata dan mencari jalan terbaik untuk masa depan pertanian dan pangan bangsa ini.

Dan akhirnya blog ini pun lahir, dengan segala susah payahnya untuk mencoba menyediakan ruang bagi pencarian peta jalan untuk pertanian dan pangan bangsa ini. Pertanian adalah hidup matinya bangsa, begitu pesan pendiri bangsa ini.  Namun hidup matinya blog ini, juga sangat tergantung konsistensi saya dalam mengelola dan memenangkan pertarungan melawan diri saya sendiri.

Rasanya tidak ada yang bisa diharapkan terlalu banyak dari blog ini karena hanyalah sebuah buku catatan dari seorang peneliti dan fasilitator lapangan, apalagi jika dibandingkan dengan kerumitan masalah pertanian dan pangan bangsa ini. Namun jika anda yang sempat mengintip blog ini berkenan untuk meluangkan waktu dalam diskusi dan perdebatan maka “kebersamaan” akan mengubah yang biasa biasa saja menjadi lebih bermakna.

Jauh lebih penting dari apapun juga jika kiranya blog ini bisa menjadi ajang silaturahmi pemikiran antar teman dan sahabat sehingga menjadi semakin akrab dan dekat. Seperti pepatah melayu (yang sudah direvisi) dalam koteks perkembangan teknologi informasi  ” Jauh dimata namun dekat di monitor komputer”. Demikan prakata dari saya, semoga blog ini ada manfaatnya : mengajak berpikir sekaligus menghibur.

Salam

David


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: